Amoxicillin Adalah
Obat

Amoxicillin Adalah Antibiotik Pada Infeksi Bakteri, Yuk Gunakan Dengan Tepat!

Amoxicillin adalah salah satu jenis antibiotik golongan penicillin yang sering digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit akibat infeksi bakteri. Biasanya amoxicillin diresepkan untuk jenis penyakit yang menyerang organ paru-paru, kulit, telinga, hidung, tenggorokan, dan saluran kemih.

Terkadang antibiotik ini juga diresepkan untuk menangani sakit lambung akibat bakteri H. pylori atau digunakan pada prosedur cabut gigi dan mencegah infeksi jantung. Perlu diingat amoxicillin adalah obat yang tidak bisa digunakan pada penyakit infeksi akibat virus, seperti influenza dan covid 19.

Amoxicillin tersedia dalam berbagai bentuk sediaan dari cair hingga padat dan keduanya memiliki cara penggunaan yang berbeda. Selain itu, dosis penggunaan amoxicillin pun juga berbeda yang ditentukan atas pertimbangan dari dokter.

 Sebagai antibiotik, amoxicillin tidak boleh dipakai sembarangan karena dapat  menyebabkan resistensi bakteri. Lalu, bagaimanakah cara yang benar dalam menggunakan obat ini? Simak selengkapnya di artikel ini.

Baca Juga: Jenis Penyakit yang Memerlukan Antibiotik

Amoxicillin Adalah Obat Keras, Perhatikan Ini Sebelum Menggunakannya!

Amoxicillin Adalah
Ilustrasi | Foto: Pexels

Amoxicillin adalah obat keras sehingga beberapa kondisi khusus tidak bisa diobati dengan ini. Maka, sebelum diresepkan oleh dokter, sampaikanlah jika kamu pernah atau sedang dalam kondisi sebagai berikut: 

  1. Memiliki penyakit asma, penyakit ginjal, penyakit hati, mononukleosis, dan rhinitis alergi.
  2. Berencana melakukan vaksinasi dalam waktu dekat. Amoxicillin dapat menghambat kerja vaksin, terutama vaksin tifoid.
  3. Pernah mengalami riwayat alergi terhadap antibiotik golongan penicillin (seperti, amoxicillin, penicillin, ampicillin, atau oxacillin), maupun antibiotik golongan cefalosporin (seperti, cefadroxil, cefaclor, atau cephalexin). 
  4. Sedang menggunakan herbal, vitamin, obat rutin lain, atau antibiotik lain.
  5. Sedang hamil atau menyusui, sebab amoxicillin berbahaya bagi bayi dalam kandungan.
  6. Berencana untuk menjalani prosedur operasi. Biasanya dokter akan memberhentikan konsumsi amoxicillin pada dua minggu sebelum operasi

Dapatkan banyak data prospek dari internet dengan memiliki website bisnis. Hubungi jasa pembuatan website sekarang  

Cara Menggunakan Amoxicillin dengan Benar 

Amoxicillin Adalah
Ilustrasi | Foto: Pexels

Ketika mendapat obat dari dokter, pastikan minum obat sesuai dengan anjuran dokter dan baca aturan pakai yang tertera pada kemasan. Amoxicillin dalam bentuk padat, yaitu tablet atau kapsul bisa langsung kamu minum bersama dengan air mineral. Jangan pernah menghancurkan atau mengunyah obat karena akan merusak kandungannya. 

Amoxicillin dalam bentuk cair, seperti sirup dan suspensi harus dikocok terlebih dahulu sebelum diminum. Hal tersebut bertujuan agar kandungan obat tercampur rata. Sebagai takaran obat, gunakanlah sendok takar yang telah tersedia di dalam kemasan. Untuk amoxicillin jenis suntik hanya diberikan oleh tenaga medis.

Tenang saja, amoxicillin tidak berinteraksi dengan susu sehingga kamu dapat meminumnya bersama dengan susu. Antibiotik ini dapat dikonsumsi sebelum dan sesudah makan. Akan tetapi, lebih baik mengonsumsinya setelah makan untuk mencegah sakit maag. 

Beri jarak yang cukup antara satu dosis dengan dosis selanjutnya. Amoxicillin yang diresepkan dua kali sehari sebaiknya diminum setiap 12 jam, sedangkan yang diresepkan tiga kali sehari sebaiknya diminum setiap 8 jam. 

Jika lupa mengonsumsi obat, segera minum obat begitu teringat apabila jadwal konsumsi dengan dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Namun, jika jaraknya dekat, maka tidak perlu minum dan jangan pernah menggandakan dosis.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Obat Sakit Gigi Anak yang Aman

Konsumsi antibiotik sampai habis meskipun gejala yang dialami sudah mulai membaik. Penghentian antibiotik sebelum waktunya berisiko meningkatkan kekebalan bakteri terhadap antibiotik.

Efek Samping Amoxicillin

Amoxicillin Adalah
Ilustrasi | Foto: Unsplash

Gejala umum yang timbul akibat efek samping dari amoxicillin adalah gatal-gatal, demam, mual muntah, diare dan kulit kemerahan. Penanganan gejala ringan dapat diatasi dengan pemberian obat antihistamin oleh dokter. Namun, jika gejalanya berat hingga sesak napas segera cari pertolongan medis darurat.

Biasanya efek samping tidak dirasakan tepat setelah mengonsumsi obat. Beberapa kasus efek samping timbul setelah dua bulan mengonsumsi amoxicillin. Efek samping yang terjadi meliptui:

  • Nyeri otot 
  • Diare yang tidak membaik selama lebih dari 4 hari
  • Kram perut, urin berwarna gelap, mata dan kulit berwarna kuning
  • Mudah mengalami perdarahan

Respon tiap orang terhadap reaksi efek samping berbeda-beda sehingga sangat memungkinkan jika gejala efek samping yang dialami tiap orang tidak sama dan tidak semua orang bisa mengalaminya. Bahkan mungkin ada gejala alergi selain list di atas yang bisa timbul.

Lantaran amoxicillin adalah antibiotik, sangat penting untuk memperhatikan cara-cara tersebut ketika menggunakannya. Pastikanlah untuk menggunakan antibiotik dengan cara yang benar agar kamu bisa mendapatkan manfaat obat secara optimal dan terhindar dari kekebalan antibiotik.

Selain itu, waspadailah kemungkinan efek samping yang terjadi. Jika kamu mengalami permasalahan selama menggunakan obat amoxicillin, konsultasikanlah dengan dokter atau konsultasi dengan tim Apoteker kami di Apotikpuji.id.

Related posts

Kapsul Daun Kelor di Apotik, Ini Dia Manfaatnya Bagi Kesehatan!

admin

7 Rekomendasi Obat Maag di Apotek Andalan Keluarga

admin

7 Pilihan Merek Obat Pegal Linu di Apotek beserta Harganya

admin