makanan Penderita TBC
Penyakit

Makanan Penderita TBC yang Dapat Mempercepat Penyembuhan

Tuberkulosis atau yang sering disebut TBC adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Penderita TBC di dunia cukup banyak. Mereka harus banyak mengkonsumsi makanan sehat. Makanan penderita TBC akan membantu dalam penyembuhan.

Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa terdapat 10 juta orang di seluruh dunia yang terkena penyakit TBC ini. Sedangkan Indonesia juga termasuk negara penyumbang kasus tuberculosis tertinggi setelah India, Tiongkok, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Penyebaran atau penularan TBC dapat terjadi melalui uap air udara pernapasan (batuk atau bersin) dari penderita. Selain menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama, penderita TBC juga akan merasakan beberapa gejala lain. Seperti demam, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, nyeri dada, dan berkeringat di malam hari.

Baca Juga: Penyakit Diare: Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobatinya

TBC dapat disembuhkan jika penderitanya patuh mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Saat terinfeksi, penderita harus mengalami pengobatan dalam jangka waktu yang lama dengan minimal 6 bulan. Selain itu, mengingat adanya risiko penularan yang tinggi, penderita tuberculosis sangat dianjurkan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hal ini dilakukan supaya penyakit bisa dikendalikan hingga sembuh total.

Mengubah gaya hidup yang dimaksud adalah seperti olahraga yang cukup, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengubah pola makan. Dalam hal mengubah pola makan, penderita tuberculosis harus memperhatikan segala sesuatu yang dikonsumsi agar penyakit tidak semakin menyebar dan menginfeksi orang-orang disekitarnya. Memastikan asupan nutrisi yang tetap tepenuhi akan membantu mempercepat penyembuhan. Berikut beberapa makanan penderita TBC yang wajib diketahui.

1. Kaya akan Kalori

Makanan kaya kalori sangat diperlukan oleh penderita TBC

Penderita tuberculosis yang memiliki berat badan kurang ideal atau malnutrisi berisiko memperburuk kondisi penyakit. Dengan menambah asupan kalori dalam makanan penderita TBC akan memenuhi kebutuhan energi dan mengoptimalkan kerja sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh mudah melawan penyakit tersebut. Standar kebutuhan kalori yang wajib dipenuhi oleh penderita TBC adalah 40-45 kkal dari berat badan per harinya.

Dalam suatu penelitian juga menyebutkan bahwa menambah konsumsi makanan sumber energi selama 6 minggu dalam masa pengobatan bisa membuat penderita memiliki kondisi fisik yang lebih baik dibandingkan kelompok yang tidak diberikan energi tambahan. Jadi makanan penderita TBC yang kaya akan kalori akan sangat membantu dalam proses penyembuhan.

2. Pemenuhan Vitamin dan Mineral

Selalu penuhi vitamin dan Mineral

Kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Maka vitamin dan mineral sangat dibutuhkan bagi penderita TBC. Makanan yang mengandung vitamin dan mineral biasanya adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Namun beberapa mineral juga bisa ditemukan di jenis makanan yang kaya dengan kandungan proteinnya.

Vitamin A menjadi salah satu daftar makanan penderita TBC yang wajib dipenuhi. Vitamin A  dibutuhkan untuk meningkatkan fungsi sel limfosit T dan B, aktivitas sel makrofag, dan respon antibodi dalam sistem imun tubuh. Saat tubuh terinfeksi, maka akan terjadi peningkatan ekskresi vitamin A dalam tubuh, sehingga kebutuhan asupan vitamin A juga meningkat. sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin A adalah tomat, wortel, ubi, mangga, semangka, bayam, dan lain-lain.

Vitamin D juga punya peran dalam meningkatkan kerja makrofag untuk melawan infeksi TBC. Selain itu, vitamin C juga sangat dibutuhkan. Vitamin C mampu membantu tubuh memperkuat sistem kekebalan sehingga mudah untuk melawan infeksi. Tidak hanya vitamin-vitamin tersebut, seng, zat besi, dan selenium juga turut andil dalam mempercepat penyembuhan tuberculosis. Masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang berbeda sehingga saling berkesinambungan dalam proses penyembuhan penyakit menular ini.

3. Lemak Tak Jenuh dan Karbohidrat yang cukup

Lemak Tak Jenuh dan Karbohidrat sangat bagus sebagai makanan penderita TBC

Karbohidrat dan lemak merupakan makanan yang dianjurkan bagi penderita TBC untuk meningkatkan stamina. Kandungan karbohidrat dapat didapatkan dari nasi, nasi tim, bubur, roti, gandum, dan masih banyak lainnya.  Jika penderita kesulitan mengonsumsi makanan jenis karbohidrat dalam porsi besar, bisa melalui cara makan dalam porsi kecil namun lebih sering.

Sedangkan lemak yang disarankan untuk makanan penderita TBC adalah sumber makanan tinggi lemak baik atau tidak jenuh. Kandungan lemak tak jenuh bisa ditemui pada kacang-kacangan, susu rendah lemak, daging rendah lemak, dan ikan. Cara pengolahan makanannya pun harus diperhatikan. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak yang digoreng atau disajikan dengan santan. Sebaiknya menggunakan minyak nabati atau minyak zaitun untuk mengolah makanan berlemak.

4. Makanan untuk Penderita TBC yang Tinggi Protein

Makanan Penderita TBC haruslah Penuh Protein

Protein dapat mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan akibat infeksi. Oleh karena itu pederita tuberculosis membutuhkan makanan tinggi protein lebih banyak dibandingkan orang sehat. Tidak hanya itu, protein juga berfungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh. Kebutuhan protein bagi penderita TBC adalah 2-2,5 gr/kg dari berat badan per harinya.

Baca Juga: Jadwal Makan Sehat Untuk Diet Serta Menu Terbaik yang Bisa Jadi Pilihan

Untuk mempercepat kesembuhan, makanan penderita TBC perlu diperoleh dari dua sumber protein, yaitu nabati dan hewani. Daging merah merupakan salah satu makanan tinggi protein tapi dilarang dikonsumsi oleh penderita tuberculosis. Sedangkan untuk pemenuhan asupan protein, disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein selain daging merah. Seperti tahu, kacang tanah, keju, ayam, susu, telur, dan masih banyak lagi.

5. Batasi Konsumsi Makanan Cepat Saji

Hindari makanan siap saji

Produk cepat saji secara umum memang tidak baik apabila dikonsumsi secara berlebihan baik untuk penderita TBC maupun bukan. Sebab produk cepat saji biasanya terdapat kandungan zat-at tambahan seperti pengawet, pewarna, perasa, dan pemanis yang kurang baik untuk kesehatan. Sehingga makanan penderita TBC sangat perlu menghindari makanan dengan jenis tersebut.

6. Camilan Bernutrisi

Makanlah cemilan bernutrisi

Selain makanan, pastikan asupan camilan yang dikonsumsi juga penuh nutrisi. Hindari camilan yang mengandung zat-zat yang tidak diperlukan tubuh. Camilan yang mengandung zat tidak penting menghambat proses penyembuhan TBC. Penderita tuberculosis lebih disarankan mengonsumsi camilan seperti almond milk, sprout, atau buah-buahan bergizi. Perawatan untuk TBC berlangsung dalam jangka panjang sehingga perlu berkomitmen untuk mengonsumsi camilan yang bernutrisi.

7. Minum Minuman yang Sehat

Minum Minuman Sehat

Tidak hanya makanan penderita TBC yang harus diperhatikan, minuman yang dikonsumsi juga tidak boleh sembarangan. Penderita sebaiknya menghindari minuman beralkohol, karena mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati yang disebabkan oleh penggunaan beberapa obat yang dikonsumsi. Minuman berkarbonasi atau sering dikenal dengan minuman bersoda juga termasuk jenis minuman yang harus dihindari oleh penderita TBC.

Selain itu, minuman dengan kandungan kafein seperti kopi juga perlu dikurangi bahkan dihindari oleh penderita tuberculosis. Jika tubuh sedang terinfeksi penyakit menular ini, usahakan minum minuman yang sehat dan bergizi. Seperti air mineral, jus buah, susu, dan lainnya. Dengan mengonsumsi minuman yang sehat dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

Terinfeksi penyakit menular seperti tuberculosis memang membutuhkan perawatan yang esktra. Seperti makanan penderita TBC yang harus sangat diperhatikan. Makanan yang dikonsumsi penderita dapat mempengaruhi lamanya masa pengobatan. Semakin sehat makanan yang dimakan, maka semakin cepat proses penyembuhannya.

Related posts

Waspadai Ancaman Masalah Kesehatan Mental di Kota Besar

Ozil Santika

Berbahayakah Keputihan Berwarna Hijau?

admin

Langkah yang Harus Dilakukan Saat Mengalami Gigi Impaksi

admin