Ciri Darah Tinggi pada Ibu Hamil
Penyakit

Patut Diwaspadai! Inilah 9 Ciri-Ciri Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Tekanan darah tinggi atau hipertensi, didefinisikan sebagai tekanan darah yang lebih tinggi dari atau sama dengan 130/80 mm Hg. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi sebagian ibu hamil. Jika di-treatment dengan baik, maka tekanan darah tinggi selama kehamilan tidak selalu berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. 

Tetapi, jika dibiarkan saja, maka dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah bagi ibu dan janin yang sedang berkembang. Bahkan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa sekitar enam hingga delapan persen wanita hamil antara usia 20 dan 44 tahun rentan memiliki kondisi ini.

8 Ciri-Ciri Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Ciri-Ciri Darah Tinggi pada Ibu Hamil
Sumber: Pexels

Kehamilan adalah masa yang membingungkan bagi sebagian besar wanita. Tubuh Anda mengalami banyak perubahan dan mungkin sulit untuk membedakan kondisi yang normal dan kondisi yang merupakan gangguan atau penyakit.

Baca Juga: Bisakah Ibu Hamil Makan Mie Instan? Cek Jawabannya di Sini!

Maka dari itu, mempelajari lebih lanjut tentang gejala atau ciri-ciri darah tinggi pada ibu hamil dapat membantu Anda mengidentifikasi masalah lebih awal dan memastikan penanganan terbaik. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja simak uraian berikut ini mengenai gejala hipertensi selama kehamilan:

1. Sering Merasa Pusing atau Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan salah satu gejala hipertensi yang paling umum dialami oleh penderitanya. Pertanyaannya, bagaimana hipertensi bisa menyebabkan sakit kepala? Saat ini, belum ada penelitian yang membuktikannya dengan jelas.

Namun, hipertensi berat (di mana tekanan darah sistolik di atas 180mm Hg dan/atau diastolik di atas 120 mm Hg) dapat menyebaikan kenaikan tekanan darah secara tiba-tiba sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri di kepala. Pada ibu hamil, sakit kepala ini biasanya disertai beberapa gejala seperti sesak napas serta kesemutan atau mati rasa.

Dapatkan banyak data prospek dari internet dengan memiliki website bisnis. Hubungi jasa pembuatan website sekarang  

Namun, Anda bisa mencegahnya dan mengatasi sakit kepala Anda dengan beberapa cara sederhana. Temukan tempat yang damai, gelap, dan sejuk untuk berbaring. Kosongkan pikiran Anda selama satu menit, lalu rileks. 

Jika sakit kepala ringan, itu harus hilang dengan ini. Bila mengalami sakit kepala tak kunjung mereda, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

2. Pembengkakan (Edema)

Pembengkakan pada bagian tertentu di tubuh wanita adalah normal selama kehamilan. Namun, bila pembengkakan disertai dengan penumpukan cairan, bisa jadi itu merupakan salah satu ciri-ciri darah tinggi pada ibu hamil.

Edema adalah akumulasi kelebihan cairan pada jaringan tubuh Anda, dan biasanya terjadi di area wajah, sekitar mata, atau di tangan Anda. Lantas, apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gejala ini?

Jika Anda merasa wajah Anda menjadi sangat bengkak, coba cari-cari lagi foto diri Anda sebelum kehamilan dan bandingkan dengan bayangan diri Anda di cermin. Jika Anda masih ragu, maka berkonsultasilah dengan dokter, tunjukkan foto tersebut, dan tanyakan apakah benar Anda menderita edema.

Dan jika pembengkakan terjadi di tangan dan kaki, bisa jadi itu adalah pitting edema, yakni pembengkakan di area kaki karena kelebihan cairan. Untuk mengetahuinya, coba tekan ibu jari ke kulit kaki Anda, tahan selama beberapa detik. 

Kemudian lihatlah apakah terasa nyeri atau ada perubahan warna menjadi keabu-abuan atau tidak pada kaki Anda. Jika iya, maka disarankan bagi ibu hamil untuk perbanyak berjalan agar melancarkan aliran darah. 

3. Mual atau Muntah

Merasa mual atau muntah sangat signifikan bila onsetnya tiba-tiba dan setelah pertengahan kehamilan. Umumnya, morning sickness akan hilang setelah trimester pertama dan munculnya mual dan muntah yang tiba-tiba setelah pertengahan kehamilan mungkin terkait dengan tekanan darah Anda yang tinggi.

Untuk mengatasinya, jangan terburu-buru mengkonsumsi obat kimia tanpa resep dokter. Coba hubungi terlebih dahulu penyedia perawatan Anda. Mual atau muntah dapat disebabkan oleh flu atau masalah kandung empedu, jadi bersikeraslah untuk memeriksakan tekanan darah Anda.

4. Protein dalam Urine (Proteinuria)

Proteinuria merupakan ciri-ciri lain dari darah tinggi pada ibu hamil. Ini adalah hasil dari protein yang bocor ke urin Anda, dan biasanya terjadi karena penyaringan ginjal Anda tidak bekerja dengan baik. Ini karena tekanan darah yang tinggi bisa merusak fungsi penyaringan ginjal Anda. 

Akibatnya, protein albumin serta banyak protein lainnya tidak tersaring dan masuk ke dalam urin. Maka dari itu, penting bagi ibu hamil untuk melakukan tes dipstik atau tes urin sederhana setiap pemeriksaan pranatal untuk mengetahui apakah Anda menderita proteinuria atau tidak.

Pastikan bahwa setiap kunjungan prenatal, tanyakan kepada dokter obgyn Anda tentang hasil tes urin Anda. Jika Anda khawatir, atau pernah menderita tekanan darah tinggi sebelumnya, Anda dapat membeli strip reagen di beberapa apotek terdekat untuk memeriksanya sendiri di rumah. 

Jika Anda hasil pembacaan menunjukkan 2+ atau lebih, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda pada hari yang sama.

5. Nyeri Punggung Bagian Bawah

Ciri-ciri darah tinggi pada ibu hamil selanjutnya adalah rasa nyeri pada punggung bawah. Meskipun nyeri punggung bagian bawah adalah keluhan yang sangat umum selama kehamilan, namun, bisa jadi kondisi ini mengindikasikan adanya masalah pada hati, terutama jika disertai gejala hipertensi lainnya.

6. Merasakan Nyeri Pada Bahu dan Perut

Selain nyeri pada punggung bawah, ibu hamil yang menderita hipertensi biasanya juga sering merasakan nyeri pada bagian bahu dan perut. Jenis nyeri perut ini, sering disebut ‘nyeri epigastrium’ atau nyeri kuadran kanan atas (URQ), biasanya berada di bawah tulang rusuk di sisi kanan. 

Ini bisa disebabkan karena mulas, masalah kandung empedu, flu, gangguan pencernaan atau rasa sakit akibat tendangan bayi. Sedangkan nyeri bahu sering disebut ‘nyeri alih’ lantaran menjalar dari hati di bawah tulang rusuk kanan. 

Meskipun terdengar sepele, namun jika Anda mengalami ini selama masa kehamilan, sebaiknya segera tanggapi dengan serius, jangan malah mengabaikannya dan pergi tidur. Hubungi dokter Anda sesegera mungkin untuk mendapatkan penanganan.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Hipertensi dan Hipotensi untuk Pencegahan Lebih Tepat

Dapatkan banyak data prospek dari internet dengan memiliki website bisnis. Hubungi jasa pembuatan website sekarang  

7. Gangguan Penglihatan

Ciri-ciri selanjutnya yang umumnya dialami oleh ibu hamil yang menderita hipertensi adalah penglihatan jadi kabur. Ini terkait dengan iritasi sistem saraf pusat atau menjadi indikasi pembengkakan otak (edema serebral). 

Gangguan penglihatan yang mungkin dialami termasuk sensasi lampu berkedip, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan jadi berbintik-bintik. Jika Anda mengalami salah satu dari perubahan penglihatan ini, Anda harus segera menghubungi penyedia layanan kesehatan Anda atau langsung pergi ke rumah sakit. 

Gejala-gejala ini sangat serius dan tidak boleh dibiarkan begitu saja, bahkan sampai keesokan paginya.

8. Kenaikan Berat Badan Berlebihan

Kenaikan berat badan lebih dari 1,5 – 2,5 kg dalam seminggu dapat menjadi indikator hipertensi. Itu disebabkan karena pembuluh darah yang rusak memungkinkan lebih banyak air bocor ke dalam dan tinggal di jaringan tubuh Anda dan tidak melewati ginjal untuk dikeluarkan.

9. Sesak Napas dan Cemas Berlebih

Denyut nadi yang cepat, sesak nafas, dan rasa cemas yang meningkat bisa menjadi gejala hipertensi pada ibu hamil. Jika gejala-gejala ini baru bagi Anda, maka jangan dibiarkan karena bisa menyebabkan pengumpulan cairan di paru-paru Anda (edema paru). Jadi, hubungi dokter Anda segera jika gejala ini baru Anda alami. 

Nah, itulah beberapa ciri-ciri darah tinggi pada ibu hamil yang patut Anda waspadai, terutama jika Anda sedang dalam masa kehamilan. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, pastikan Anda mengonsumsi obat sesuai yang diresepkan dokter.

Nah, untuk mendapatkan obat yang 100% asli belinya tentu harus di apotek yang terpercaya, salah satunya adalah Apotik Puji. Di sana, Anda bisa beli obat hipertensi dengan resep dokter yang pasti dosisnya aman untuk ibu hamil.

Related posts

Kenali Perbedaan Hipertensi dan Hipotensi untuk Pencegahan Lebih Tepat

admin

Mengenal Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox

admin

Ini Dia Alasan Kenapa Garam Menyebabkan Hipertensi

admin