Jenis Statin
Obat

Kolesterol Anda Tinggi? Kenali 7 Jenis Statin dan Efek Sampingnya

Bagi Anda yang menderita kadar kolesterol tinggi pasti sudah tak asing dengan obat statin. Mengonsumsi obat-obatan ini biasanya dipilih sebagai alternatif cara untuk menurunkan kadar kolesterol selain melakukan diet dan berolahraga teratur. Namun, tahukah Anda bahwa ada berbagai jenis statin untuk mengendalikan kolesterol?

Dan masing-masing jenis memiliki efek samping tersendiri sehingga Anda tak boleh sembarangan mengonsumsinya. Sebelum memutuskan untuk minum obat ini lebih baik Anda konsultasikan dulu dengan dokter dan pahami kondisi tubuh Anda supaya obatnya bisa bekerja dengan lebih optimal.

Apa Itu Statin?

Apa Itu Statin?
Sumber: Pexels

Statin adalah jenis obat yang berguna untuk mengurangi kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang tidak sehat dalam aliran darah Anda. Kolesterol LDL adalah zat lilin dan berlemak yang menempel pada pembuluh darah jantung dan dinding arteri Anda sehingga bisa membuat arteri mengeras.

Baca Juga: Beragam Manfaat Daun Jambu Biji Bagi Kesehatan

Selain itu, kolesterol LDL juga dapat membentuk plak yang menghalangi aliran darah normal. Jika plak terlepas dari dinding arteri atau gumpalan darah terbentuk di atasnya, Anda bisa berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.

Beberapa jenis statin diketahui dapat menurunkan kolesterol LDL Anda hingga 50% atau lebih, loh. Karena sangat ampuh untuk mengendalikan kolesterol tinggi, kini berbagai merek statin bisa Anda temukan di pasaran, mulai dari harga Rp. 5 ribuan hingga ratusan ribu rupiah.

Statin umumnya berbentuk tablet atau kapsul yang ditelan utuh sekali sehari. Sebelum meminumnya, pastikan kamu selalu baca dulu label pada botol obat statin yang Anda beli biasanya karena di situ terdapat petunjuk minum untuk masing-masing jenis statin. 

Dapatkan banyak data prospek dari internet dengan memiliki website bisnis. Hubungi jasa pembuatan website sekarang  

7 Jenis Statin Beserta Efek Sampingnya

Jenis Statin Beserta Efek Sampingnya
Sumber: Unsplash

Dalam dunia farmasi, terdapat beberapa jenis statin yang biasanya diresepkan oleh dokter kepada pasiennya yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Di antaranya yaitu:

1. Atorvastatin

Tipe obat statin ini bisa jadi pilihan tepat untuk membantu Anda menurunkan kadar kolesterol tinggi dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Obat ini bekerja dengan menurunkan kolesterol jahat dan lemak (seperti LDL, trigliserida) serta meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah Anda.

Agar hasilnya lebih optimal, imbangi juga dengan diet dan olahraga secara rutin setiap hari. Obat ini juga bisa diminum dengan atau tanpa makanan, asalkan jangan bersamaan dengan makanan atau minuman yang asam. 

Untuk penggunaannya, Atorvastatin tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur 10 tahun, serta ibu hamil dan menyusui. Sementara itu untuk efek samping dari obat ini sangat jarang terjadi. Namun, efek samping yang paling mungkin di antaranya mual, sakit tenggorokan, nyeri pada persendian, sakit kepala, atau insomnia.

2. Fluvastatin

Obat fluvastatin dikenal sebagai penghambat reduktase yang terkandung dalam statin. Fluvastatin mampu menurunkan tingkat kolesterol dan trigliserida dalam darah. Obat ini juga dapat mengurangi risiko serangan jantung, stroke, atau masalah kesehatan lainnya pada pasien dengan faktor risiko penyakit jantung. 

Saat mengonsumsi obat ini usahakan jangan bersamaan dengan penggunaan obat herbal. Yang tak kalah penting, pastikan Anda memberitahu dokter perihal kondisi Anda saat berkonsultasi. Misalnya jika kamu juga menderita diabetes, penyakit liver, sakit ginjal, nyeri otot, atau alergi terhadap fluvastatin. 

Bagi Anda yang sedang hamil, dalam program hamil, atau masa menyusui sebaiknya juga beritahukan kondisi ini. Dengan begitu, dokter bisa meresepkan obat lain atau mengurangi dosisnya.

Obat ini juga menimbulkan beberapa efek samping yang harus Anda laporkan ke dokter sesegera mungkin jika mengalaminya. Di antaranya reaksi alergi seperti ruam kulit atau gatal-gatal, nyeri sendi, lebih sering buang air kecil lebih dari biasanya (untuk penderita diabetes), hingga merasa sangat lelah.

3. Lovastatin

Jenis obat statin ini umumnya tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul extended-release (long-acting) yang siap minum. Obat ini biasanya diresepkan untuk diminum sekali atau dua kali sehari dengan makanan, untuk yang berbentuk tablet. Sedangkan yang berbentuk kaptul extended-release biasanya diminum sekali sehari sebelum tidur.

Lovastatin dapat menyebabkan efek samping. Beri tahu dokter Anda jika gejala ini secara terus menerus, seperti sembelit, mudah lupa, kebingungan, demam, nyeri otot atau kehilangan nafsu makan.

4. Pitavastatin

Pitavastatin biasanya diresepkan dokter untuk mengobati kolesterol tinggi pada orang dewasa. Obat ini juga sering jadi andalan untuk membantu mencegah penyakit jantung dan pengerasan arteri, kondisi yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah.

Namun, bagi Anda yang punya penyakit hati, ginjal, atau sedang dalam masa kehamilan dan menyusui, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Pasalnya, pitavastatin dapat menyebabkan kerusakan jaringan otot, yang dapat menyebabkan gagal ginjal. 

Efek samping yang mungkin Anda alami setelah mengonsumsinya antara lain nyeri otot, demam, kelelahan yang tidak biasa, atau urin berwarna gelap. 

5. Pravastatin

Jenis statin selanjutnya ada pravastatin yang dikonsumsi untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung dan mengontrol kadar kolesterol yang tinggi dalam darah (hiperlipidemia). Untuk mengonsumsinya, pastikan Anda menggunakan resep dokter. 

Pravastatin biasanya boleh diminum oleh anak-anak yang berusia lebih dari 8 tahun hingga dewasa. Untuk anak-anak di atas 14 tahun hingga dewasa, dosis yang disarankan maksimal 80 mg sehari. Sedangkan pada anak-anak umur 8 – 13 tahun, maksimal 20 mg sehari. 

6. Rosuvastatin

Obat statin ini tidak boleh sembarangan Anda konsumsi. Sebab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengonsumsinya. Misalnya jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini, pernah menggunakan jenis obat statin yang lain, atau sedang sakit seperti hipotensi, sakit ginjal, paru-paru, diabetes, dan sebagainya. 

Obat ini bisa Anda minum sebelum maupun setelah makan. Namun, pastikan untuk menelan tablet rosuvastatin secara utuh. Hindari mengunyah, menghancurkan, atau membelah tablet untuk menelannya. 

Sedangkan efek samping penggunaan rosuvastatin yang timbul tidak separah tipe statin lain. Di antaranya lemas, pegal-pegal, mual, atau sakit kepala. Namun, bila efek samping tak kunjung reda, segera periksakan diri ke dokter, ya.

Baca Juga: Ketahui Segala Hal Penting Tentang Efek Samping Obat!

7. Simvastatin

Sama halnya dengan jenis-jenis statin sebelumnya, obat ini juga ampuh menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL Anda. Agar obat bekerja dengan lebih efektif, ada baiknya jika Anda minum simvastatin sekali sehari setiap sore pada jam yang sama. 

Ada beberapa efek samping yang perlu Anda waspadai bila semakin parah. Di antaranya sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit perut atau konstipasi, dan sakit kepala.

Dapatkan banyak data prospek dari internet dengan memiliki website bisnis. Hubungi jasa pembuatan website sekarang  

Nah, itulah informasi tentang sejumlah jenis statin beserta efek sampingnya yang perlu Anda ketahui. Karena statin merupakan golongan obat keras, tentu Anda perlu konsultasi dahulu perihal penggunaannya, terutama jika untuk dikonsumsi oleh anak-anak atau lansia usia 65 tahun ke atas.

Lantas, dimana bisa menemukan apotek yang menyediakan layanan konsultasi obat? Anda bisa pergi ke Apotik Puji. Selain kualitas obat yang terjamin, Anda juga bisa mendapat informasi yang benar seputar obat serta berkonsultasi gratis, loh. 

Related posts

7 Pilihan Merek Obat Pegal Linu di Apotek beserta Harganya

admin

6 Pilihan Suplemen Vitamin D Terbaik Di Apotek

admin

Jenis-Jenis Obat Psikotropika dan Bahayanya

admin